Sarang, annyeong! (Part I)

Main cast:

Cho Kyu Hyun

Lee Yeon Hee

Support cast:

Super Junior Member, TVXQ Changmin, Shinee Minho

Tiga orang pemuda mengulurkan tangan saling berhadapan. Wajah mereka tampak serius. Dua diantaranya mengepal, sementara yang satu lagi terjulur dengan jari-jari membentuk “V” sign.

Aish! Andwae! Aku tidak mau. Ryeowook, kau saja yang pergi.” Teriak Kyu, si pemilik “V” sign. Menatap tajam ke arah Ryeowook lalu memutar badan ke depan dengan cepat setelah kalah adu tangan dengan lima hyungnya. Leeteuk, Hankyung, dan Heechul yang menang di ronde pertama serta Ryeowook dan Kangin yang menang di ronde kedua. Sebagai hukuman, Kyu harus membelikan hyung-hyung-nya kopi.

Plak!! Heechul memukul kepala Kyu dengan gulungan kertas berisi lirik yang harus dihafal untuk Super Show Seoul besok. Kyu refleks memegangi kepanya karena kaget. Sementara pria berwajah oriental yang duduk di antara mereka terkikik. Tangannya mengusap rambut Kyu.

“Kau namja bukan, sih? Seorang namja memegang kata-katanya. Cepat turun!” Heechul melotot ke arah Kyu.

“Ya, ya, Kyuhyun-ah cepat turun. Dia akan mengeluarkan taringnya,” canda Hankyung, masih terkikik menggoda Kyu dan Heechul. Kyu bersungut turun dari van. Berjalan malas di atas pedestrian bersalju.

Malam itu salju turun perlahan. Suhu Seoul yang minus 12 membuat Kyu enggan bergerak. Dari kejauhan Heechul, Kangin, dan Leeteuk meneriaki Kyu pesanan mereka. Suara mereka saling tumpang tindih, sehingga Kyu tak dapat menangkap dengan jelas. Syuuu~ angin musim dingin membelai pipi Kyu, membuatnya bergidik. Salju yang bergantungan di ujung poninya berjatuhan. Sambil menggerutu ia mempercepat langkah menuju coffee shop tak jauh dari van diparkir.

“Eoseo oseyo!” terdengar suara yeoja menyambut Kyu saat pintu coffe shop terbuka. Ia tersentak. Jantungnya berdetak cepat. Wajah kesalnya bersemu merah. Suara itu tidak asing, begitu pula dengan wajah yeoja yang berdiri di balik meja counter.

Jeogiyo! Kalau kau mau beli kopi cepat pesan. Jangan berdiri di depan pintu dan membiarkannya terbuka,” teriak Yeonhee, pekerja part time bertubuh mungil di hadapan Kyu, menyadarkan Kyu dari lamunannya.

“A-ah… Joeseonghaeyo.” Buru-buru Kyu menutup pintu dan berjalan menuju Yeonhee. Tak biasa, sikapnya sangat polite untuk pertemuan biasa seperti itu.

Di depan meja counter, Kyu kembali bengong. Ia menatap wajah yeoja di hadapannya sebelum berakhir pada menu’s board. Lama memandangi menu’s board, sebenarnya ia hanya berpura-pura membaca deretan menu pada papan, Kyu masih belum memutuskan pesanannya. Pikirannya sibuk berlarian, mengingat-ingat dimana ia pernah bertemu dengan pekerja part time itu. Beruntung malam itu hanya dia satu-satunya pelanggan. Sehigga tak satupun yang melihat kejadian langka, seorang Kyuhyun Super Junior yang terkenal selalu menjaga image cool-nya, berwajah blur di depan seorang yeoja. Kyu benar-benar seperti bukan dirinya malam itu. Mungkin karena kelelahan setelah rehearsal ditambah suhu rendah Seoul, otaknya membeku. Bahkan ia tak sadar, Yeonhee sejak tadi memandang aneh ke arahnya. Sepertinya yeoja itu mulai hilang kesabaran.

Tak! Tak! Tak!

Jemari Yeonhee mengetuk-ngetuk meja counter untuk “membangunkan Kyu.

“Ehem..” Kyu membersihkan tenggorokannya, kaget. “Umm… espresso!” putus kyu sekenanya.

Yeonhee bergerak ke mesin kasir. Jemarinya menari di atas keyboard lalu berhenti saat monitor memintanya memasukkan jumlah pesanan. Ia melempar tatapan tajam pada Kyu.

“Oh.. enam espresso!” ujar Kyu, seolah mengerti maksud Yeonhee, berusaha tetap terlihat cool. “Auh! Yeoja ini benar-benar menakutkan. Mirip sekali dengan Heechul.” Cibir Kyu dalam hati.

“30.000 won!”

Kyu mengeluarkan tiga lembar uang pecahan 10.000 won dari kantong mantelnya.

“Silakan tunggu sebentar.” Yeonhee menyerahkan nomor meja pada Kyu.

Tanpa berkata-kata lagi, Kyu menjauh dari meja counter dan memilih duduk di dekat jendela. Sesekali matanya melihat ke arah van hitam yang hampir tertutup sempurna oleh salju.

“Dimana aku bertemu dengannya? Fan signing? Musikal? Stasiun radio?” mata Kyu mengawasi Yeonhee yang sibuk di meja counter. Yeoja itu bertubuh mungil seperti Cho Ara, noona-nya. Rambut hitamnya yang lurus dikuncir kuda. Poninya yang mulai panjang diselipkan di belakang telinga. Sesekali jatuh ke wajahnya yang bersih.

“Ah, pasti bukan. Dia tidak mungkin ada disana. Bagaimana mungkin dia ELF tapi tidak mengenaliku?” wajah evil-nya tetap cool di tengah kebingungan hatinya.

“Lalu dimana aku bertemu dengannya? Argh! Molla! Kenapa aku jadi penasaran begini?” Kyu masih bergulat dalam hati saat Yeonhee menghamiri mejanya.

“Enam espresso. Silakan datang lagi!” Yeonhee meletakkan pesanan di atas meja, membuyarkan lamunan Kyu.

“Jamkkan!” Kyu bangkit dari kursinya. Yeonhee menghentikan langkah.

“Apa kita pernah bertemu?”

Yeonhee berbalik, menatap kyu tanpa menjawab.

“Apa kita pernah bertemu sebelumnya?”

“Menurutmu?” Yeonhee tersenyum, yeoja itu tampak manis dengan eye smile-nya.

Kyu terdiam. Hanya memandangi yeoja itu. Bingung.

“Mungkin di dalam mimpimu, Cho Kyuhyun.” Yeonhee melempar eye smilenya sekali lagi, kemudian berlalu menuju meja counter dan lenyap dari pandangan Kyu.

Rrr~ rrr~ rrr~

Kyu tersentak. Buru-buru merogoh mantelnya. Bip!

“Ya! Kyuhyun-ah, mwohaneungeoya jigeum? Mwohae? Pali wa!” Terdengar teriakan leeteuk dari ponselnya. Suaranya cukup keras untuk sampai ke telinga Yeonhee yang berdiri di sebelah Kyu.

Bip! Belum sempat menjawab, Leeteuk memutus teleponnya. Kyu beranjak menyambar kotak berisi espresso yang baru saja diletakkan Yeonhee. Kyu kaget menyadari yeoja itu, sepertinya sudah lama, berdiri di dekatnya. Dengan cepat ia meninggalkan coffee shop sambil menahan malu. Diiringi tatapan heran dan kesal si yeoja pekerja part time.

“Cho Kyu Hyun! Neon jinjja…” geram Yeonhee pelan, berusaha menekan kekesalannya. Matanya memburu Kyu yang berlarian ke arah van.

***

“Yah! Wassda, wassda! Yaa Kyuhyun-ah, wae neomu orae?” Leeteuk menyondongkan tubuhnya ke deret bangku tengah van, menyerobot kotak espresso yang telah berkurang dua porsi.

Hankyung dan Heechul telah asik berbagi musik lewat earphone sambil menikmati espresso. Kyu memperbaiki posisi duduknya. Melepas syal lalu menghela nafas dalam-dalam. Tubuhnya ikut bersama van amun pikirannya masih tertinggal di coffee shop. Kyu bukan orang yang peduli dengan sekitar, yang menurutnya bukan urusannya. Tapi kali ini ia peduli. Ia tidak bisa menarik pikirannya dari pekerja part time yang ia temui malam itu. Entah hanya karena penasaran pada yeoja itu atau Kyu punya perasaan lain.

“Oh? Mana americano-nya, Kyu?” Leeteuk dan Kangin mengamati cup kopi satu per satu, mencari pesanannya. Ryeowook menghambur, kecewa tak ada moccacino.

“Kyuhyun-ah, neon apa?” Leeteuk meraba dahi Kyu, yang duduk di depannya.

“Anhiyo. Waeyo?”

“Neon isanghae!” Kangin curiga meilhat Kyu yang tampak aneh. Tangannya masih memegang cup kopi dan belum diminum.

“Anhi. Geunyang… chuwo.” Ujar Kyu gugup.

Hankyung melepas earphone dan membaur dalam penginterogasian Kyu. Ryeowook pasrah meminum espresso yang terlanjur dibeli sambil mengikuti percakapan hyung-nya.

Geumanhae! Minum saja apa yang sudah dibeli.” Heechul menginterupsi keributan dari bangku belakang.

“Ya! Ini bukan masalah kopi. Coba kau lihat dongsaeng-mu! Dia pucat seperti baru bertemu hantu.” Ujar Kangin asal. Heechul mengamati Kyu yang hanya melihat ke luar jendela.

“Neon apo?” Heechul mencoba meraba kening Kyu. Bergidik tak yakin. Ryeowook merapat ke dalam kerumunan. Ia tampak lebih cemas sekarang.

Ah.. arasseo. Kau baru bertemu gadis yang kau sukai, tapi ternyata dia bersama pria lain. Iya, kan?” terka Heechul.

“Ah, hyuuuung! Hajima!” Ryeowook semakin kuatir.

“Sikkereo!!!” Kyu berteriak tak tahan. Van mendadak sunyi. Hanya terdengar suara musik samar-samar keluar dari earphone Heechul yang masih menyala. Heechul dan Kangin hampir saja meluapkan kemarahnnya atas sikap Kyu. Beruntung Hankyung dan Leeteuk menengahi.

“Mian!” Kyu menatap hyung-nya satu per satu, lalu memejamkan mata. Berusaha menenangkan pikirannya. Dahinya berkerut. Wajah dan suara Yeonhee mondar-mandir tak mau pergi.

Semua penumpang van mendadak tenang. Mereka saling pandang dan mengobrol dengan berbisik. Dari belakang, Kyu bisa merasakan Leeteuk memeluk dan mengusap rambutnya sambil tersenyum.

“Uri dongsaengi, mian. Kau akan mengerti nanti. Tidak lama lagi.” Gumam leeteuk dalam hati.

***

*Help!

Eoseo oseyo! : Selamat datang!

Jeogiyo! : Permisi!/ Hei! (Untuk kondisi ini dimaksudkan memanggil orang.)

Joeseonghaeyo/ Mian                      : Maaf (formal)/ maaf (informal)

Jamkkan! : Tunggu dulu!

Mwohaneungeoya jigeum? : Apa yang sedang kau lakukan?

Mwohae? : Sedang apa?

Pali wa! : Cepat kemari!

Neon jinjja : Kau benar-benar “…”

Wassda : Datang

Wae neomu orae? : Kenapa begitu lama?

Neon apa?/ neon apo? : Kau sakit?

Anhiyo/ Anhi : Tidak

Waeyo? : Kenapa?

Neon isanghae : Kau aneh

Geunyang… chuwo : Hanya… dingin

Geumanhae! : Cukup! (untuk menginterupsi)

Arasseo : Aku tahu/ aku mengerti

Hajima! : Jangan begitu/begini.

Sikkereo! : Berisik!


*apa ini? anggap saja yang nulis sedang kerasukan Purple Egg Evil. Happy reading! #embarrace #dissapeared

-Praise is a terror. Criticize!-

Advertisements

4 thoughts on “Sarang, annyeong! (Part I)

  1. eh..eh..aku baca…keren mate!!
    mana eunsihae?? >.<
    ini apa ya…mungkinkah kyu hilang ingatan, karena kecelakaan mautnya…siapa Yeonhee…aku rasa Eeteuk ahjussi tahu segalanya.. -__- #sotoy

    ngomong2 Lee Yeonhee…itu artis SM bukan?? yg main sm Changmin di Paradise Ranch.. Yeonhee yg itu bkn ya..?? XD
    ada minho ada changmin..it will be Kyuline -__-

    1. gelo’ lah.. lieur urang. ><
      iy itu yeonhee artis SM.. tp mksdny disini bkn si artis SM itu, cm pinjem nama doang..

      eunsihae? tar gw masukin sbg cameo..

      sotoy ah.. ga jd nih cerita.. lolol

      *ih oot, masa' baru kemaca nih komen ya. haduh gaptek*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s