BEAUTIFUL MOUNT BROMO… I’M IN LOVE! (Part I : Nekat!)

 

Beautiful Mount Bromo

Sejak lama memimpikan berenang di lautan pasir Gunung Bromo. Ya, semenjak masih hidup di Bumi Sriwijaya. Jauh! Dari Sumatera ke ujung timur Pulau Jawa. Apa yang ada di benak saat itu hanya lautan pasir, pura dan Suku Tengger, masyarakat asli Bromo. Tak pernah saya tahu, berjuta keindahan tersembunyi di balik Gunung Bromo. Bromo memang menyimpan keeksotisan dan keindahan.

Dari Gresik, tempat saya bekerja sekarang, saya dan dua orang teman, Dewi dan Toni, bergerak mendekati Bromo. Libur natal 2012, proyek hanya libur satu hari tanggal 25 Desember saja. Seminggu sebelumnya kita mencari info rute keberangkatan dari Gresik menuju Bromo serta perkiraan budget yang dikeluarkan. Rencana sudah dibuat matang. Kita berangkat jam 2 siang dari Gresik supaya tidak kemalaman sampai Probolinggo. Ternyata, tepat di hari keberangkatan 24 Desember, rencana meleset. Namun rencana awal menjejaki Bromo harus terlaksana. Modal nekat tanpa reservasi hotel. Masalah angkutan ke Bromo dan penginapan diurus belakangan.

24 Desember 2012

06.00 pm

Dari Gresik kita naik Damri jurusan Wilangon – Purabaya (Nama lain Terminal Bungurasih).  Perjalanan sekitar 1 jam.

07.00 pm

Sampai Terminal Bungur dengan pede tanya ke petugas berseragam Dishub tentang angkutan menuju Probolinggo. Ingat! Bertanya pada orang yang tepat. Naiklah kita bertiga ke dalam bus AKAS AC tarif biasa jurusan Banyuwangi. Turun di Terminal Probolinggo. Perjalanan diperkirakan 2,5 jam. Ternyata di daerah Purworejo lalin sedikit macet.

Tiket Bungur - Probolinggo

10.30 pm

Kondektur lupa teriak, padahal bus sudah sampai di Terminal Probolinggo. Hampir kebablasan, kita turun ikut dengan penumpang yang juga turun di Probolinggo. Seperti dugaan, bison (sebutan untuk angkutan biru yang ngangkut penumpang dari terminal ke Cemoro Lawang, pintu masuk Bromo) sepi. Beruntung saat itu sedang musim libur, bison ngantri di sepanjang kedai makan di samping terminal. Satu bison sudah terisi 8 orang dan semua laki-laki. Sementara muatan bison 20 orang, ditambah kita bertiga pun masih kurang 9 orang. Bisa ditebak, sopirnya minta naik harga. Semula ongkos Rp. 25.000; si sopir nembak harga Rp. 35.000; per/ orang.

Karena sudah malam dan bison juga masih kosong, kita bertiga mutusin buat makan dulu. Sambil rembugan soal ongkos yang dipaksa naik. Sambil menunggu pesanan, saya coba searching nomor telpon penginapan di kawasan Bromo dengan handphone. Hanya satu yang aktif dan itupun full. Ah, makan dulu saja. Masa bodoh ditinggal bison. Plan B masih ada: nunggu sampai jam 2 pagi di kedai makan, naik bison langsung cari ojek buat nguber sunrise di Gunung Bromo. Gila! Nah, inilah saat dimana si calo muncul. Well, ngomongnya sih meyakinkan sekali. Sambil makan kita coba nego dengan si calo. Tidak ada hotel, tidak ada jeep untuk jelajah Bromo, begitu info dari “kuncennya Terminal Probolinggo” Mas (siapa gitu) Gondrong itu. Setelah minta contact person Si Mas Gondrong, kita naik ke bison. Siap mengecap dinginnya Bromo.

Bison

11.00 pm

Bison berangkat. Semua serba gelap. Sepi. Jalan menuju Bromo penuh tikungan tajam. Ekstrim! Saya dan Dewi duduk di depan samping pak kusir (eh, supir), sementara Toni di belakang. Tidak perlu cahaya jelas untuk tahu betapa ekstrim dan indahnya jalan menuju Cemoro Lawang. Rasakan kelok-kelok di tepian jurang, harumnya pinus, dan siluet indah Gunung Bromo, puncak yang akan segera dicapai. Benar-benar menghipnotis. Dua kata yang tak berhenti diucap: Subhanalloh.. Daebak.. Sudah terbayang dibenak saya keindahan Gunung Bromo esok hari.

25 Desember 2012

00.30 am

Bison masuk ke Cemoro Lawang dan merapat ke sebuah homestay. Semua masih terasa hangat sampai akhirnya kita bertiga keluar dari bison. Dingin merambat pelan menjalari tubuh. Barulah terasa suhu dingin Bromo. Sambil berjingkat mengurangi rasa dingin, kita bertiga masuk melihat-lihat kamar ditemani sopir bison dan dua tukang ojek. Homestay pertama kita tidak cocok : 1 bed, kamar mandi dalam tapi jorok, si sopir minta 300 ribu. Homestay kedua lagi-lagi kita tidak cocok : 1 bed, kamar mandi luar, bersih, si calo minta 225 ribu. Tidak mungkin kita bertiga tidur satu bed. Jangan lakukan! Akhirnya pindah ke homestay ketiga : 3 bed, kamar mandi luar, harga 250 ribu. Deal! Finaly, kita fikir bisa istirahat. Eh, si calo yang merangkap calo ojek minta ongkos 150ribu/ orang untuk Bromo Tour pagi itu. Belum puas tim ini nguras dompet kita. Alih-alih bisa istirahat, tawar-menawar lah dulu sama si calo. Minta kurang jadi 100 ribu/ orang. Bolak-balik 3x si calo itu ganggu banget orang mau istirahat, akhirnya mereka deal di angka 100 ribu/ orang. Janji dijemput jam 3.30 am dengan 3 ojek.

01.30 am

Berharap bisa tidur nyenyak dengan 3 bed di homestay sebesar itu, dinginnya Bromo tak mau mengalah. Dewi yang anak pegunungan, sudah biasa dengan suhu Cemoro Lawang. Sementara saya yang besar di Palembang dan Toni yang anak Pekalongan biasa di suhu tropis, seperti terserang hipotermia. Super dingin. Ngilu sampai ke sumsum rasanya. Tidak ada satu pun yang berani cuci muka apalagi mandi. Bukannya tidur di bed masing-masing, saya dan Dewi memilih tidur meringkuk di sofa. Dengan pakaian berlapis, jaket, kaos kaki lengkap dengan sepatu.

03.00 am

Belum juga alarm yang kita set jam 3.30 am bunyi, pintu sudah digedor 3 tukang ojek. Subuh itu tetap tidak ada yang bernyali menyentuh air di Cemoro Lawang. Lagi-lagi tidak mandi, hanya sikat gigi. Homestay tanpa air hangat, air minum, dan sprei yang jorok. Sempurna. Sebelum berangkat saya sholat subuh dulu dengan air wudhu sedingin es.

*dengan alasan kenyamanan pandangan, foto-foto kondisi homestay tidak dapat ditampilkan*

Advertisements

2 thoughts on “BEAUTIFUL MOUNT BROMO… I’M IN LOVE! (Part I : Nekat!)

  1. mana lebih tepat kata “Jjang” atau “Daebak”??

    perjalanan yg rada “ekstrim” tapi terbayar sm cantiknya pemandangan bromo,..
    Mauuuuu liat langsung,..

    *part 2nya mana??
    #celingakcelinguk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s