Rindu dalam Diam

Rindu ini menggilitik bagai gerimis senja

Basah dan menentramkan hati kala wajahmu melintasi benak

Teduhnya tatapan saat dirimu melotot kesal

Merdunya omelan saat aku nakal

Juga diammu yang bagai putri keraton pertanda kecewa

Aku rindu

Kapan rindu ini pernah datang?

Aku tak tau

Kapan aku pernah memikirkanmu sedalam ini?

Entahlah

Begitu saja ia datang

Menyetrum raga hingga semuaorgan merindu

Rindu ini begitu dalam

Begitu indah

Takkan terlisan

 

Kau bilang rindu padaku

Akujuga merindumu berjuta kali

Rindu meski dalam diam

Dengan caraku, dalam doaku

Aku rindu

Ya, aku rindu ini kupendam

Biar membuncah mesra kala kita bertemu

Kelak kala aku pulang

Akan kubawa rindu ini padamu

Rindu dalam diamku

Rindu dalam doaku

*ku titipkan mama, papa dan adikku pada-Mu Allah, Sang Maha Penjaga. Amin.*

Advertisements

4 thoughts on “Rindu dalam Diam

  1. So like this,..

    Aku pernah merasakan rindu itu, seketika membuatku ingin berlari ke tempatnya hanya ingin melihatnya lalu mengatakan “aku rindu”

    bogoshipo eomma,..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s