WE GOT MARRIED – Episode: Art Couple

WE GOT MARRIED

(An Unvirtual Married)

Episode: Art Couple

Tripple Wedding – Unseen Scene

Main Cast:

[Super Junior] Lee Donghae – an architect

Han Taera (@zky_line) – a pianist

Support Cast:

[2PM] Jun.K as Kim Minjun

[Super Junior] Yesung as Kim Jongwoon

[Shinhwa] Andy as Lee Sunho

“Letakkan di dekat jendela saja!” seorang wanita muda dengan blouse wana pastel tanpa lengan terlihat sedang memberi aba-aba pada empat pria di depannya.

“Disini?” Tanya salah seorang pria yang memiliki pipi chubby.

“Bukan! Terlalu dekat ke tembok. Geser sedikit!” katanya sambil menggerakkan telunjuknya.

“Begini?” tanya seorang pria lagi, pria dengan dagu dan rahang yang jelas.

“Bukan di sana, Oppaaaa! Sedikit lagi. Dua langkah lagi dari jendela.” Kata si wanita, hampir frustasi.

“Iya di sana! Putar sedikit supaya view langitnya bisa masuk.” Katanya lagi, sambil mengusap dagunya yang lancip dengan jarinya. Mirip gaya seorang seniman yang sedang menilai sebuah karya.

“Nyonya Lee, sebenarnya kau mau meletakkannya dimana?” Donghae menumpu badannya di atas piano putih milik Taera, sambil memandangi wajah isterinya. Keringatnya sudah menutupi dahi. Ia merasa kasihan pada Minjun, Jongwoon, dan Sunho yang juga terlihat kelelahan.

Taera dan Donghae baru sempat pindah rumah setelah menikah karena sibuk mengadakan 10 hari acara adat, bergantian dari keluarga Donghae ke keluarga Taera. Rumah itu masih dalam  tahap renovasi. Donghae membelinya dari seorang klien yang kebetulan akan pindah ke rumah baru di daerah Jeollado yang dirancang Donghae. Sudah 2 bulan rumah itu direnovasi sesuai dengan keinginannya ditambah ide-ide cemerlang dari Taera. Rumah itu terdiri dari 2 lantai, Donghae tak banyak mengubah bentuk aslinya. Hanya beberapa sekat dinding yang dihilangkan supaya mendapat kesan lega.

“Mian. Tapi aku belum terbiasa dengan suasana seperti ini.” Keluh Taera, terdengar agak resah.

“Gwaenchanha Taera-ya. Dulu Eommanya Jungho juga nervous setelah kami menikah. Tapi itu mulanya saja.” Sunho mencoba meredakan emosi Taera.

“Eunjae juga tidak pernah tenang di awal pernikahan. Kau hanya belum terbiasa.” Tambah Jongwoon.

“Begitukah?” Taera menoleh pada suaminya dengan tatapan bersalah.

“Sudahlah, kau jangan berpikir terlalu rumit. Tenang saja, aku pastikan langitnya bisa melihatmu dan pianomu.” Kata Donghae akhirnya.

“Nah, sekarang kau rapikan saja buku musikmu.” Donghae menghampiri Taera sambil memunguti buku-buku yang berserakan di lantai.

“Nanti saja, Oppa. Kalian pasti lapar. Kita makan saja dulu. Aku akan ke supermarket dan memasakkan sesuatu. Bagaimana?”

Jongwoon, Minjun, dan Sunho saling pandang. Memangnya dia sudah bisa memasak? Mungkin begitu kira-kira arti tatapan mereka.

“Aku temani!” Donghae buru-buru meletakkan tumpukan buku yang belum selesai ia rapikan di sofa, bersiap mengaitkan lengannya ke lengan istrinya.

“Anhiya. Oppa, oppa disini saja. Sofanya juga belum dipindah, kan?” Taera melirik sofa merah di sebelahnya.

“Noona, biar aku saja yang pergi.” Kata Minjun.

“Jangan, jangan! Nanti kau hanya ingat beli ddobbeokki.” Cegah Jongwoon menggodaadiknya, Minjun langsung pasang muka cemberut.

Taera hanya tersenyum lalu menyambar tasnya dan mengecup pipi Donghae yang berpeluh sebelum pergi. Donghae mematung memandangi punggung Taera dengan wajah memerah.

“Eiiiyyy! Kenapa mukamu jadi merah begitu?” goda Sunho yang rupanya sudah berdiri di samping Donghae.

Donghae pura-pura tak mendengar dan memilih kembali ke piano putih Taera yang masih “terlantar”. Sementara Sunho terus menggodanya.

***

Taera menoleh kaget, saat sebuah tangan menarik penyumpit rambutnya, hingga rambutnya tergerai. Tangannya yang sedang memegang lobak seukuran lengan refleks hendak memukul si penguntit. Beruntung serangan Taera berhasil diantisipasi.

“Oppa??” seru Taera, tenggorokannya tercekat. Wajahnya pucat saking kagetnya.

Donghae tersenyum memandang isterinya. Ia merasa wajah Taera saat itu sangat lucu. Donghae mengambil alih kereta belanja yang didorong Taera dan menyerobot pentungan lobak Taera lalu memasukkannya ke kereta.

“Oppa. Oppa mau makan apa?” Taera meletakkan tanggannya di pegangan kereta, mulai mendorongnya mengikuti irama langkah Donghae.

“Memangnya istriku ini sudah bisa memasak?” goda Donghae.

Taera melotot di balik kacamata bulatnya. “Tentu saja!” katanya tegas. Aku kan punya kitab masakan ibu, lanjutnya dalam hati.

“Kau tidak akan meminta ibu yang memasak kan?” Donghae terus menggoda Taera, matanya berkeliling mencari sesuatu di rak bumbu.

“Oppa, aku bisa kok memasak.” Taera mengecilkan suaranya, seperti sedang mengeluh.

Donghae merendahkan bahunya lalu menatap Taera. “Kalo masakan pertamamu sukses, Oppa akan memberimu hadiah.” Kata Donghae, mendorong kembali kereta belanjanya setelah mengambil sekotak Gochujang ukuran medium.

“Benarkah? Aku boleh me-request hadiahku?” Taera melonjak girang seperti anak kecil.

“Boleh kalau kau yakin.” Senyum Donghae melengkung manis.

“Aku mau tiket konser musik di Jerman musim semi ini.”

“Sungha Jung saja ya? Negara kita juga punya musisi hebat.” Kata Donghae, masih menggoda Taera.

“Aku tidak perlu datang ke konsernya jika hanya ingin melihat Sungha bermain gitar.”

“Oh iya, kalian sering latihan musik bersama ya.” Kata Donghae, tersenyum menahan malu.

“Apalagi yang kurang?” Tanya Donghae, memeriksa isi keretanya saat mengantri di kasir.

Taera melongo ke dalam kereta belanja. “Tidak beli daun bawang?” katanya, lalu menatap Donghae.

“Oh, hampir lupa! Bagus! 1st pre-cooking test, passed!” Donghae tersenyum lebar.

“Waeyo?” Taera menatap Dongahe heran. “Oppa cepat ambil biar aku yang antri.” Lanjutnya.

Donghae berlari meninggalkan Taera dalam antrian. Tapi bukan menuju bagian sayuran. Antrian tidak terlalu panjang, tapi isi kereta belanja pembeli yang penuh membuat proses transaksi berlangsung cukup lama. Taera bersenandung sambil memainkan jari-jarinya di atas pegangan kereta., seperti sedang bermain piano, bermaksud mengusir jenuh sembari menunggu suaminya kembali.

Delapan menit kemudian Donghae kembali dengan menggenggam sesuatu yang berbeda di kedua tangannya, dan tampak terengah-engah.

“Aku tidak menemukan daun bawangnya.” Kata Donghae pada Taera, sambil mengatur nafas.

Taera mendorong keretanya ke depan kasir ketika pembeli di depannya selesai transaksi.

“Memangnya oppa mencarinya di sebelah mana?” Tanya Taera, tangannya terampil mengeluarkan belanjaan dari kereta dan meletakkannya di meja hitung.

“Di bagian sayuran.” Jawab Donghae.

“Tadi aku melihatnya, kok.” Taera menatap Donghae curiga, tapi tak memperhatikan benda di tangan Donghae.

“Sungguh. Mungkin sudah diambil orang.” Donghae memberi tatapan meyakinkan pada Taera. “Memangnya harus pakai daun bawang?” tanyanya.

“Tentu saja!” kata Taera.

“Kalau diganti dengan ini bisa tidak?” Donghae mengeluarkan tangan kanannya, dan menyodorkannya di depan Taera.

Taera terkejut dan nyaris meloncat kegirangan melihat buket mawar merah yang dibawa Donghae. Kalau saja tidak malu dilihat orang, saat itu Taera mungkin sudah berteriak girang sambil lari-lari keliling supermarket. Taera menggenggam buket mawar yang diberikan suaminya, lalu mendekapkan ke dadanya hingga harumnya tercium. Pembeli yang berada dalam antrian di belakang mereka mengintip dari balik punggung Donghae. Berbisik-bisik di atas kereta belanja masing-masing.

“Gomawo!” kata Taera, malu-malu. “Saranghae!” kata Donghae, lalu meletakkan seikat besar daun bawang ke meja kasir. Petugas hitung tampak kaget karena sedang fokus menyaksikan adegan romantis di depannya.

***

“Bagaimana, Hyung?” Tanya Donghae, was-was mendengar reaksi Sunho yang kebagian giliran setelah Donghae mencoba ddalkbokkeumtang buatan Taera.

Jongwoon dan Minjun tak kalah tegang. Bukan apa-apa, tapi Han Taera adalah wanita yang terkenal tidak bisa memasak. Jadi, mereka agak was-was dengan rasa masakan pertama Taera. Tentu saja yang paling tegang adalah Taera. Ia ingin tahu reaksi orang yang memakan masakannya setelah belajar memasak 2 bulan penuh, setiap hari dengan ibunya dan Eunjae.

Sunho mengecap rasa bumbu yang menempel di lidahnya. Mengernyitkan dahi lalu menyendok lagi kuah dari mangkoknya. “Woaahh~ aku yakin ada roh nenek moyang Han yang merasuki tubuhmu!” komentar Sunho positif.

Donghae menarik nafas lega, serentak dengan Taera. Seperti ada urat-urat yang melemas saat mendengar komentar Sunho. Jongwoon dan Minjun bertukar pandang sejenak, lalu mengambil mangkok masing-masing dan mengisinya dengan ddalkbokeumtang buatan Taera. Penasaran juga dengan kecocokan komentar Sunho akan masakan Taera.

“Benar-benar lezat Noona. Ini pertama kalinya aku memakan masakan Noona dan ini enak sekali.” Komentar Minjun.

“Benarkah?” Tanya Taera, mencoba meyakinkan.

“Benar. Ini enak, kok. Rasanya pas tapi special. Eunjae bisa kalah saingan kalau begini.” Jongwoon menambahkan.

“Syukurlah Oppa. Berarti aku bisa ikut membantu kalian di restoran.” Kata Taera, lalu tertawa.

“Iya. Biar Eunjae yang menggantikanmu mengajar piano di kampus.”canda Jongwoon, mengundang tawa di tengah makan siang.

***

Malam itu Donghae dan Taera memutuskan bermalam. Piano sudah berada di tempat yang diinginkan Taera, dekat jendela besar dengan view langit luas. Taera duduk di kursi dan mulai memainkan pianonya, wajahnya diliputi senyuman sementara matanya memandangi vas bunga yang berisi buket mawar kejutan dari Donghae. Donghae berjalan mendekati Taera dan berdiri di sisi piano. Memandangi istrinya sambil menikmati alunan musik.

“Kau suka tempatnya?” Tanya Donghae.

“Uhm!” sebuah jawaban dari Taera disela permainan pianonya.

“Kau suka aku?” Tanya Donghae lagi, mulai iseng.

“Uhm!” Jawab Taera lagi.

“Kau suka piano atau aku?”

“Piano!” Jawab Taera, gantian mengisengi suaminya. Donghae tersenyum tak menjawab Taera.

“Oppa mau kuajari main piano?” Taera menghentikan musiknya dan menatap Donghae.

“Aku tidak berbakat  menaklukkan piano, aku hanya berbakat menaklukkan pianisnya.” Donghae senyum-senyum melihat wajah Taera yang bersemu merah.

“Ayolah, Oppa! Aku ajari sampai Oppa bisa.” Taera bangkit menarik Donghae ke sebelahnya.

“Baiklah, baiklah!” kata Donghae, menyerah. “Kau duduk di atas piano saja!” katanya lagi.

“Mana bisa? Aku harus duduk di sebelah Oppa supaya lebih mudah mengajari.” Jawab Taera.

“Oppa sudah bisa, kok pelajaran dasarnya. Nah, kau cukup duduk di atas dan mengawasi saja.”

Taera menyambut tangan Donghae yang membantunya naik di atas piano. Lalu mulai memperhatikan permainan Donghae saat suaminya itu memulai musiknya.

“Sepertinya piano ini salah posisi.” Donghae menhentikan permainannya, melihat langit di belakang Taera.

“Kenapa?”

“Kau menghalangi bulannya, Taera-ya!” kata Donghae.

“Siapa yang menyuruhku duduk di atas sini?” kata Taera, agak kesal.

“Coba merunduk sedikit supaya bulannya kelihatan.” Kata Donghae lagi.

Taera membungkukkan punggungnya sedikit sesuai permintaan Donghae.

“Merunduk sedikit lagi!” Donghae berdiri dan menarik pelan bahu Taera lalu dengan cepat mencuri kesempatan mencium istrinya. Taera terlihat kaget tapi bertahan juga pada ciuman Donghae.

Ddeng!

Donghae dan Taera spontan mengakhiri romansanya saat jemari kaki Taera tak sengaja menekan tuts piano. Wajah keduanya mendadak merah, masih malu-malu. Donghae pura-pura menggeser kursinya sambil membuang pandangan ke luar jendela.

“Oppa!”

Donghae menoleh pada isterinya yang wajahnya masih merah.

“Wae?” Tanya Donghae.

“Tiket konser musikku bagaimana?” Tanya Taera, menagih janji Donghae setelah sukses pada masakan pertamanya.

“Aku sedang tidak berniat nonton konser musik, Taera-ya.”

Taera menatap Donghae sambil cemberut.

“Kita pergi bulan madu saja, ya?” kata Donghae.

“Uh?” Taera bengong sekaligus senang.

“Besok kita berangkat ke Yunani. Kau bisa menikmati laut sepuasnya.”

Taera tersenyum mendengar rencana suaminya yang selalu penuh kejutan. Senyum Donghae mengembang, disela tatapannya pada Taera. Lalu tanpa permisi melanjutkan lagi ciumannya dengan Taera.

***

Advertisements

7 thoughts on “WE GOT MARRIED – Episode: Art Couple

  1. Woaaaaaaaaaa!!!!! *girang lari keliling supermarket*
    MULES!!!!! (Authornyan tanggung jawab nih ><)
    1. Yaaa!! Memangnya aku bisa masak? *melototin Cowok2 itu*
    2. Wkwkwkwk pake bawa2 kitab masakan ibu saya….(sekarang kitab itu disimpan entah dimana -_-")
    3. *die* eke pianis?? LOL piano putih uaaaaaaa pengen nangis saking ga bs ngebayanginnya XD
    4. Aku bahkan selalu terdekat saat memanggil Donghae "oppa" tapi disini saya jadi . . . . Hahahaha "oppaaaaaa saranganta!!"
    5. Err…bagaimana bisa suami saya romantis bagaimana bisa??? Ide tertutup pandangannya dari bulan itu wkwkwkwk *mules lagi*
    6. Yuuukkk ke Yunani yuuukkk Donghae kita honeymoon sambil membuat sesuatu disana wkwkwkwk *konlset*

    Pada akhirnya, Terima kasih author yang kece…eke sukaaaaak XD
    Cium Donghae *kissue* XD

    1. 1. Ini juga pertanyaan author.. *evil*
      2. Wah, temukanlah kitab itu.. Hadehh.. Aku masih inget itu kitab yg sering diceritain.. Resep warisan.
      3. Besok kubeliin piano2an yg dimaenin 2pm di 2pm show ya.. 😀
      4. Biasakan.. Panggil “oppa” di WGM.. wkwkwk~ sumpah ketularan gui2 karakter Taera ini..
      5. Itu pasti diajari seseorang.. cc: someone whom far far away LHJ
      6. ???? asdfghj

      Ini udah kaya jawab soal ulangan harian ya.. _ _’ XD
      makasih juga korban ff.. *kiss donghae, eh jongwoon*

    1. Masih keringetan baca piano scene?? XD aku aja merinding.. *mupeng*
      Nuning mau apa? Pair LDW? Waduh banyak sensor nanti.. Pair Channa bagusnya.. Dia kan masih lugu2 gitu.. Tp ga klop sm Tripple Wedding kemaren.. Nanti ya aku semedi dulu.. wkwkwwk

  2. wuaaaaaah ga bs ngebayain adegan di atas piano?
    *lol
    dasar istri hyukjae!!adegan itu aj yg plg diinget,..

    heeem emg hyung bs masak?
    ddalkbokkeumtang,..dah lama ga makan itu,..

    jd critanya nih bakalan ada episode lg nih?
    penasaran crita Lee-Kwon couple bkln kyk ap,..???

    1. Ada apasih dengan piano scene? *plak* Kayanya jd pusat perhatian deh.. (Taera, turun deh sebelum diamuk masa!)

      hahaa~ bisa ga ya? baiklah bertambah 1 reader yang bertanya tentang kemampuan memasak Han Taera..

      Rencana bikin WGM tiap couple di FF sbelumnya sih ada.. Nanti dibikin satu2.. Cuma ga tau kapan.. XD XD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s