FAST TRIP TO KUALA LUMPUR : (Day 5) Batu CaveS dan KLCC

Petualangan di Bangkok harus berakhir. Hari ini, 17 November 2014, saya, Aam dan Pewe akan melanjutkan perjalanan ke Kuala Lumpur. Fast trip aja, sih sebenarnya. Karena memang kita ambil jeda 1 malam antara penerbangan Bangkok-Kuala Lumpur dengan Kuala Lumpur-Palembang.

Setelah dibuat rencana sebelumnya, kita akan mengunjungi dua tempat saja di KL. Pertama adalah Twin Tower KLCC yang menjadi icon penting Malaysia. Kedua adalah Batu Cave, tempat yang memang belum dan ingin saya kunjungi, karena pada trip pertama saya ke Malaysia, saya ga sempat mampir. Hehehe ^^

Well, time to say goodbye to Bangkok. And welcome to Kuala Lumpur!

Bangkok, 6.30 am

Pagi terakhir di Bangkok, setelah memaksakan diri untuk sarapan nasi goreng sosis dan segelas susu, kita check out dan berangkat ke Bandara. Awalnya kita takut macet dan ketinggalan flight jam xxxx dan sempat mau naik taksi. Tapi akhirnya kita pilih rute perjalanan sama dengan saat tiba di Bangkok. Dari National Stadium kita naik BTS ke Mochit dengan tarif 42 THB. Kemudian sambung dengan Bus A1 ke Don Mueang Airport dengan tarif 30 THB.

Alhamdulillah perjalanan bebas hambatan. Karena memang Bus A1 adalah bus khusus ke bandara, jadi melalui jalur khusus pula. Sampai lebih cepat dari perkiraan, langsung check in bagasi sekalian. FYI, ini bandara benar-benar ga terlalu besar. Jadi begitu masuk ya langsung terlihat counter check in. Untuk international flight Air Asia ada di sebelah kiri, setelah kita memasuki gedung terminal.

Kuala Lumpur, 12.00 pm

Tiba di KLIA 2, masih jetlag karena kecapean. Barang bawaan pun udah bertambah (efek belanja di Bangkok), kita terpaksa dorong-dorong troli. Kali ini arah keluarnya beda dengan saat kita tiba di KLIA2 di hari pertama. Kali ini begitu keluar dari imigrasi, ketemu meja informasi, keluar belok kiri. Ikuti petunjuk menuju poolnya skybus.

Ada dua mode transportasi yang ditawarkan selain taksi, yaitu express train dan skybus. Kita pun pilih naik skybus/ aerobus untuk menekan biaya. Ongkos dari KLIA2 ke KL Sentral (pool bus ada di basement KL Sentral) adalah 10 RM, dengan waktu perjalan ± 90 menit.

Sepanjang perjalanan kita tidur karena kecapean  sampai bus melambat saat akan memasuki pool KL Sentral. Turun dari bus, kita mendadak buta arah saat mencari jalan menuju penginapan. Malas bertanya, kita pun cuma mengikuti arus penumpang yang berjalan ke “permukaan” (dalam gedung KL Sentral).

Beruntung ada staf My Hotel (nama penginapan kita) yang lagi bagi-bagi brosur. Si Pewe yang ngeh sama brosurnya pun langsung nanya ke stafnya. Si abang ini pun akhirnya menawarkan diri megantar kita ke My Hotel. Alhamdulillah ga jadi nyasar.

KL Sentral, 3.00 pm

Setelah check in hotel, dan beringsut ke kamar masing-masing (saya dan Pewe sekamar, Aam sendirian) langsung jama’ sholat Dhuhur dan Ashar. Dilanjut dengan makan siang yang tertunda di kamar hotel setelah Aam menyusul. Sialnya, sisa nasi goreng Aam dan Pewe tadi pagi ga kebawa. Ya udah ya makan roti sisa bekal selama di Bangkok, yang udah dikemas sedemikian rupa sama Pewe di bekas wadah nasgor saya. 😀

Waktu semakin mepet, kita harus bergegas ke Batu Cave. Karena kita harus lanjut ke destinasi berikutnya.

Dari hotel, kita jalan balik ke pool skybus di KL Sentral. Lalu naik tangga menuju stasiun. Di dalam KL Sentral ini cukup membingungkan. Ada banyak mode transportasi dengan penunjuk arah yang menurut saya ga jelas. Untuk menuju Batu Cave, kita naik KTM dengan tarif 2 RM dan waktu tempuh sekitar 20 menit.

Batu Caves, 5.00 pm

Welcomed by Hanoman Statue
Welcomed by Hanoman Statue

Tiba di Batu Caves, tempat ini ternyata masih cukup ramai. Cukup nyaman untuk mengunjungi Batu Caves di sore hari, meskipun matahari sedikit menyengat. Untuk tiket masuknya, kita ga dikenakan biaya. Karena memang Batu Caves sendiri adalah tempat beribadah umat Hindu keturunan India disini.

Tanpa buang waktu, kita langsung mendaki anak tangga yang jumlahnya lumayan bikin kaki kram. Ditambah bau kotoran burung (burung atau kelelawar gitu lah ya) bikin ga leluasa bernapas saat mendaki.

Patung Murugan, Dewa Hindu, tertinggi di dunia dengan tinggi 42.7 m
Patung Murugan, Dewa Hindu, tertinggi di dunia dengan tinggi 42.7 m
Pemandangan dari mulut gua Batu Caves
Pemandangan dari mulut gua Batu Caves

Di dalam gua terdapat kuil-kuil pemujaan umat Hindu. Yang menarik adalah stalaktit yang terbentuk di langit-langit gua.

Dinding gua yang dipenuhi stalaktit bikin merinding
Dinding gua yang dipenuhi stalaktit bikin merinding
Nah, seperti inilah interior Batu Caves
Nah, seperti inilah interior Batu Caves

Kita ga terlalu lama di Batu Caves. Karena tempat ini juga ga begitu besar. Setelah dokumentasi beberapa titik, kita langsung melanjutkan perjalanan ke Twin Tower KLCC.

Tips: Saat mendaki usahakan pakai masker kalau kamu ga tahan bau, ya. :p

Suria KLCC, 7.00 pm

Dari Batu Caves menuju KLCC, kita harus kembali ke KL Sentral dengan KTM lalu pindah moda ke LRT untuk menuju KLCC. Ongkosnya 1,6 RM dengan waktu tempuh sekitar 15 menit. Oh iya, perlu diperhatikan betul saat memilih tujuan ya. Juga perhatikan saat memilih moda angkutan yang harus digunakan.

LRT yang menuju KLCC akan berhenti di dalam gedung Twin Tower. Ini nih yang luar biasanya dari Twin Tower. Tiba di KLCC, Aam langsung menghubungi temannya (sesama penyuka game online) yang asli Malaysia. Setelah bertemu Tat (nama panggilan), kita diajak cari makan di food court. Kebetulan dari pagi cuma makan nasgor, jadi sedikit hilang keseimbangan, deh kita. 😀

Pusing-pusing (berputar atau keliling, dalam Bahasa Melayu) cari Nasi Goreng Pattaya ga ketemu juga. Akhirnya kita pilih menu lain. Saya makan Nasi Kare Kambing, Pewe makan Nasi Ayam Bumbu Merah, Aam dan Tat makan Nasi Mamak. Minumnya jangan kelewatan Teh Tarik khas Malay, traktiran dari Tat.

Twin Tower di waktu malam ^^ nice view, kan
Twin Tower di waktu malam ^^ nice view, kan

Habis makan kita turun, keluar menuju taman di belakang Twin Tower untuk menyaksikan pertunjukan musical fountain. Pertunjukan air mancur yang diiringi alunan musik dan dihiasi warna-warni lampu sorot. Pertunjukan ini menjadi salah satu daya tarik baru bagi pengunjung KLCC. Musical fountain berlangsung mulai dari jam 6 petang sampai jam 10 malam saat mal tutup.

Musical fountain ini merupakan salah satu atraksi yang wajib dinikmati oleh turis asing. Recommended! ^^
Musical fountain ini merupakan salah satu atraksi yang wajib dinikmati oleh turis asing. Recommended! ^^

Jam 9.30 Tat pamit pulang lebih dulu karena rumahnya cukup jauh. Saya dan Aam juga akhirnya harus ninggalin Pewe sendirian di musical fountain, karena misi belanja kita berdua belum selesai sementara kondisi Pewe mulai drop. Kita langsung buru-buru ke i-Satan (Depstore serupa Matahari kalo di Indonesia). Pokoknya harus dapet!

Benar-benar belanja diuber-uber, karena udah mau jam 10, mal udah mau tutup. Tat sedikit nakutin kita, katanya kalo jam 10 kita belum keluar dari mal, ga bakal bisa keluar sampe besok pagi pas mal dibuka lagi. Serem amat kan? Ga tau deh bener engga yang ini.

Walaupun belanja diuber-uber, tapi saya dan Aam berhasil menuntaskan misi belanja. Selesai menunaikan misi, kita cepet-cepet nyari Pewe yang udah nunggu lama di pinggir kolam. Kasian ini anak digangguin orang ga jelas. Diajak ngobrol aneh-aneh gitu.

Tips: Sambil menikmati musical fountain, kita bisa menikmati makan malam disini. Beli aja makanan di food court dan makan di tepian kolam. Tetap waspada, karena menurut saya cukup ga tenang disini. :p

 

KL Sentral, 11.00 pm

Sebenarnya saya mau cerita soal kesasar di KL Sentral. Bego bener ga bisa ketemu jalan keluar pas mau balik ke hotel. Tapi yah setelah muter-muter, naik-turun ga jelas tanpa ada seorang pun yang menanyai kebingungan kita, akhirnya ketemu seorang bapak orang India yang baik banget mau jelasin arah ke hotel kita.

Ga kerasa udah sebegini malemnya dan berakhirlah petualangan kita. Besok pagi-pagi sekali harus segera ke bandara, karena jarak dari KL Sentral ke KLIA2 ga main-main jauhnya. 😀

Cost Day 5:

BTS National Stadium ke Mochit : 42 THB

Bus A1 Mochit ke Donmueang : 30 THB

KTM KL Sentral ke Batu Caves : 2 RM

KTM Batu Caves ke KL Sentral : 2 RM

LRT KL Sentral ke KLCC : 1.6 RM

Dinner di food court : 17 RM

LRT KLCC ke KL Sentral : 1.6 RM

Total Cost: 24.2 RM + 72 THB

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s