BEAUTIFUL MOUNT BROMO… I’M IN LOVE! (Part III – END : Eksotisme Bromo)

Aduh, sebenernya saya malu ngepost ini. Iyalah malu, ini cerita basi karena udah dari 2012 lalu. Tapi, berhubung ceritanya emang belum abis, jadi saya lanjutin dulu ya. Mungkin agak absurd karena udah kelamaan. Jadi liatin aja fotonya.. :p Yang udah lupa sama perjalanan buat sampai ke Penanjakan Satu Bromo, monggo baca  yang ini.. https://anicezone.wordpress.com/2013/04/10/beautiful-mount-bromo-im-in-love-part-ii-puncak-keindahan/

 

25 Desember 2015

06.30 am

Paket perjalanan dengan ojek dilanjutkan menuju kawah Bromo. Matahari mulai terang, jadi kita bisa menikmati pemandangan dari atas Bromo. Benar-benar menakjubkan. Perjalanan kali ini banyak melalui turunan terjal dan tikungan tajam. Jadi ceritanya ini perjalanan turun gunung. Menuju puncak Bromo yang sesungguhnya.

Naik ojek janganlupa pegangan! Pegangan kamera, jangan pinggang abangnya!
Naik ojek jangan lupa pegangan! Pegangan kamera, jangan pinggang abangnya!

07.00 am

Sampai di kawasan wisata Gunung Bromo kita langsung disambut lautan pasir. Kabut dan angin kencang masih terasa. Tapi suhu udara tak sedingin saat di Sunrise Spot. Ojek parkir di kaki kawah, sementara kita jalan kaki menuju kawah. Ya, sebenarnya bisa coba naik kuda, tapi lebih asyik dengan jalan kaki. Karena kita jadi punya waktu untuk foto-foto. Bisa berhenti sesuka hati lah. It depends on you.

@ kaki kawah bromo.. Liat pasir begini jadi inget Mas Fedi Nuril :')
@ kaki kawah bromo.. Liat pasir begini jadi inget Mas Fedi Nuril :’)

07.30 am

Ini baru pemberhentian sebelum menuju kawah Bromo. Dari sini kita masih harus menapaki anak tangga yang katanya berjumlah 300. Lumayan juga capeknya, padahal sudah harus jalan kaki dari parkiran. Ditambah antrian naik tangga yang padat. Bikin berkeringat.

Baru separuh pendakian, udah dibikin takjub begini.
Baru separuh pendakian, udah dibikin takjub begini.
Lanjut mendaki lagi. Baru separuh perjalanan. Masih harus naik anak tangga 300 biji.
Lanjut mendaki lagi. Baru separuh perjalanan. Masih harus naik anak tangga 300 biji.
Disini semacam tempat peletakan sesajen supaya bromo tenang. *abaikan aja patung sesembahannya*
Disini semacam tempat peletakan sesajen supaya bromo tenang. *abaikan aja patung sesembahannya*
Mengintip kawah Bromo dari bibir kawah. Wonderful!
Mengintip kawah Bromo dari bibir kawah. Wonderful!

08.45 am

Kita turun dan menuju parkiran. Sesuai dengan paket perjalanan yang kita pilih, sih seharusnya selesai sampai di Kawah Browo. Tapi sayang rasanya meninggalkan Bromo secepat ini. Akhirnya kita nego lagi dengan Tukang Ojeknya. Tambah 50 ribu untuk tujuan Bukit Teletubbies dan Pasir Berbisik.

Menuju Bukit Teletubbies kita akan melewati Pasir Berbisik. Lagi-lagi suhu berubah drastis. Langit mendung dan berkabut. Tapi pemandangan yang kita dapat sungguh luar biasa. Dikelilingi bukit hijau seperti di New Zealand.

Disinilah ketika saya merasa menginjak dunia lain. Bukit Teletubbies, Bromo.
Disinilah ketika saya merasa menginjak dunia lain. Bukit Teletubbies, Bromo.
Bukan! Ini bukan New Zealand! Ini negeri kita! Bromo!
Bukan! Ini bukan New Zealand! Ini negeri kita! Bromo!
Sekali lagi abaikan orang ini.. :p
Sekali lagi abaikan orang ini.. :p
Ini Toni, temen kerja saya dulu di proyek. Gayanya selangit kalo difoto.. :D
Ini Toni, temen kerja saya dulu di proyek. Gayanya selangit kalo difoto.. 😀
Malu-maluin ini gayanyanya. Ala-ala model kalender toko bangunan.
Malu-maluin ini gayanyanya. Ala-ala model kalender toko bangunan.

09.20 am

Di sinilah lokasi syuting film Pasir Berbisik. Sejauh mata memandang hanya lautan pasir yang eksotis. Kenapa disebut Pasir Berbisik, coba dekatkan telinga ke hamparan pasir. You’ll get the answer. Itu pasir emang bener-bener ngebisikin sesuatu. Cuma dalam bahasa pasir-pasiran, jadi saya ga begitu paham artinya.

Coba denger suaranya! Suara dari Pasir Berbisik.. Lokasi syuting Mba Dian Sastro yang fenomenal.
Coba denger suaranya! Suara dari Pasir Berbisik.. Lokasi syuting Mba Dian Sastro yang fenomenal.
Salah satu obyek foto favorit saya.. Toni. Saya selalu kalah keren di kamera.
Salah satu obyek foto favorit saya.. Toni. Saya selalu kalah keren di kamera.
Foto kalender toko kelontong
Foto kalender toko kelontong

09.45 am

Brunch time di pintu masuk Cemoro Lawang. Akhir dari perjalanan. Tidak akan pernah menyesal mengunjungi Bromo. Paduan keindahan dan keeksotisan alam.

Udah ga tau harus nulis apa. Blank! Yang baca juga udah capek pasti. Pada intinya sih saya amat sangat menyarankan dan memaksa kalian buat mengunjungi Bromo. Paling engga sekali seumur hidup kalian. Yakinlah begitu kalian nyampe atas, efeknya luar biasa. Bisa bikin betah berhari-hari di penanjakan 1.

Pokoknya HARUS COBA KE BROMO!!

Daaaan.. saya akhiri cerita pendakian Bromo ini dengan Subhanallah Walhamdulillah Wala Ilaahaillallah Allahu Akbar.. I Love Indonesia!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s