DIENG PLATEAU, NEGERI DI ATAS AWAN (Bagian 1)

Sekilas Tentang Dieng

Dieng Plateau atau Dataran Tinggi Dieng membentang di atas Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah. Dieng adalah desa tertinggi di Pulau Jawa, berada di ketinggian 2.000 mdpl. Karena itulah Dieng disebut sebagai Negeri di Atas Awan.

Dieng atau Diang dalam Bahasa Sansekerta, Di berarti tempat yang tinggi dan Yang (Hyang) berarti Dewa. Dieng juga disebut sebagai Tempat Bersemayam Para Dewa. Ada juga yang mengartikan Dieng dalam Bahasa Jawa, Adi tur Aeng. Adi berarti indah dan aeng berarti aneh. Maka Dieng dikenal juga sebagai sebuah tempat yang indah yang menyimpan keanehan atau keunikan.

Uniknya dimana sih? Ini saya baca di dieng.org ada 13 fakta unik tentang Dieng.

  1. Dieng merupakan dataran tinggi terluas di dunia setelah Nepal.
  2. Banyak anak-anak pegunungan Dieng berambut gimbal yang tumbuh secara alami.
  3. Pada musim kemarau suhu udara di Dieng pagi hari bisa mencapai titik beku. Tercatat pada bulan Agustus 2014 pagi hari suhu udara mencapai -4°C.
  4. Carica, pepaya khas Dieng yang berukuran mini dan Purwaceng, herbal khas Dieng, merupakan tubuhan endemik, di Indonesia hanya tumbuh di pegunungan Dieng.
  5. Dieng merupakan daerah penghasil kentang terbesar di Indonesia.
  6. Kumpulan Candi di Dieng merupakan Candi Hindu tertua di Pulau Jawa yang dibangun pada abad ke-8.
  7. Dieng memiliki tempat terbaik untuk menyaksikan sunrise.
  8. Hulu Sungai Serayu berasal dari mata air Bima Lukar yang terdapat di pegunungan Dieng.
  9. Dieng adalah wilayah vulkanik aktif dan dapat dikatakan merupakan gunung api raksasa. Kawah-kawah kepundan banyak dijumpai di sana.
  10. Dieng memiliki lingkungan alam yang unik, khas dan beragam diantaranya adalah (Kawah, Telaga, Alam Pegunungan dan Mata Air).
  11. Gunung Prau yang terletak di Dieng menjadi gunung terpopuler di Jawa Tengah, oleh para pendaki Gunung ini mendapat julukan, “Puncak Seribu Bukit”.
  12. Adanya Danau vulkanik di Dieng, yang paling terkenal adalah Telaga Warna.
  13. Dua kali Kesempatan melihat matahari terbit di Dieng (Golden Sunrise di Gardu Pandang Tieng dan Silver Sunrise di Komplek Candi Arjuna).

 

Perjalanan Dimulai

Untuk sampai ke Dieng, saya dan tiga teman saya (Adrie, Ayu, dan Kak Man) memilih naik kereta dari Jakarta. Berhubung libur panjang natal dan libur sekolah, naik bus ke Wonosobo sangat sangat sangat ga dianjurkan. Teman satu grup pendakian kita dari Jakarta, bawa kendaraan pribadi makan waktu 34 jam untuk sampai ke Wonosobo. Edan sumpah!

Lagi-lagi karena musim liburan, jadwal kereta dari Stasiun Pasar Senen juga penuh. Akhirnya, berangkat dari Stasiun Gambir tanggal 24 Desember 2015 jam 22.15 dengan Kereta Purwojaya. dengan waktu sekitar 5 jam, sampai di Stasiun Purwokerto tanggal 25 Desember 2015 jam 03.15 dini hari.

 

IMG_4734.JPG
Eksis di peron KA Stasiun Purwokerto

Sampai di stasiun rupanya sudah ada Mas Slamet dari diengbackpacker yang datang menjemput. Diengbackpacker adalah agen perjalanan rekomendasi teman saya yang kebetulan sudah pernah pake jasa ini tahun lalu.

IMG_4852
Alun-alun Wonosobo, photo taken by : Salma Ayu Fauzia

Nilai lebih kalo sampai di Purwokerto pagi-pagi buta adalah jalanannya yang lempeng banget. Menurut Mas Slamet, pas musim libur begini, kesiangan dikit aja pasti kejebak macet di rute Wonosobo – Dieng. Jam 4.00 tancap dari Purwokerto, mampir dulu di alun-alun Wonosobo sekitar jam 6.15 buat foto-foto, sembari Mas Slamet istirahat. Kemudian lanjut perjalanan ke Dieng dan sampe di Gerbang Kawasan Dieng Plateau jam 7.15 buat foto-foto lagi.

IMG_4784

Pintu Gerbang Kawasan Wisata Dieng Plateau (Kiri-Kanan : Kak Man, Adrie, Saya, Ayu)

Kira-kira jam 8.00 kita sampe di depan tulisan “Welcome to DiEnG Wonosobo” yang persis di pertigaan Dieng. Cari sarapan dulu terus lanjut foto di depan ini tulisan. Udah puas dan kelamaan nih ceritanya, langsung diajak lanjut wisata keliling Dieng Plateau biar ga kesiangan.

IMG_4663
Selamat datang di Dieng Wonosobo @ Simpang Tiga Dieng

 

 

 

Advertisements

4 thoughts on “DIENG PLATEAU, NEGERI DI ATAS AWAN (Bagian 1)

  1. KANGEN MUNCAKKKKK !! -.-” .. Naik gunung emang bikin nagih, walo badan serasa digebuki sekampung 😀 . Kebersamaan, kekompakan, kesamarataan, semua diajarkan dari sini bahwa kesulitan menciptakan kesuksesan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s