GUNUNG PRAU, PUNCAK SERIBU BUKIT (1)

Persiapan Trekking

Kali ini adalah kali pertama kami trekking, belum ada pengalaman dan peralatan buat camping di puncak gunung. Awalnya cuma ingin berburu sunrise di Puncak Gunung Prau alias nanjak, tanpa acara muncak atau camping di puncak. Tapi, anak-anak yang lain keberatan dengan planning nekat ini. Akhirnya, sepakat buat pake jasa pemandu dari diengbackpacker demi kenyamanan. Kami ambil paket wisata 2D+1N Fun Trip Dieng Plateau – Prau.

Sebelum nanjak, saya nanya dulu ke Mas Ali apa aja yang perlu dibawa buat muncak di Prau. Standar aja sih kaya jaket, jas hujan, sandal, senter, sama yang penting baju ganti. Karena selama trekking nanti walaupun suhu udara dingin, tapi kita tetap keringetan. Makanya sebelum tidur harus ganti baju supaya ga kedinginan.

Janjian jam 19.30 lepas Isya’ mau nanjak ke Prau, Mas Ali belum muncul juga jemput kita orang. Sambil nunggu, liat ke sebelah barat rumah Mas Ali, jalur pendakian Patak Banteng udah mulai dihiasi kelap-kelip cahaya yang diduga *asiiiik* dari headlamp para pendaki. Baru kira-kira jam 20.00 seorang pemandu, jemput kita di rumah Mas Ali, namanya Efri.

Ada dua trek yang ditawarkan Mas Ali, Jalur Patak Banteng yang ditempuh 3-4 jam dengan trek curam, bisa sampai 70-80 derajat kemiringan (katanya sih, saya ga ngukur) dan Jalur Dieng yang ditempuh 5-6 jam dengan trek landai. Karena cuaca kelihatan bersahabat banget malam itu, dengan sinar bulan yang hampir penuh menggantung di langit Prau, bismillah akhirnya kita pilih Jalur Patak Banteng.

Kumpul dulu di basecamp, nunggu rombongan dan kepala rombongan. Terus diminta lapor kondisi tim, logistik, dan perlengkapan. Rombongan kita sendiri ada 18 orang: 4 orang dari Palembang (Saya, Ayu, Adrie dan Kak Man), 8 orang dari Lampung dan 4 pemandu (Mas Ali, Efri, Fendi, Mas Tako). Sebelum mulai pendakian, berdoa dulu minta keselamatan dari Sang Empunya Hidup. Amin.

 

Trekking

Trekking via Patak Banteng dimulai sekitar jam 20.30-an (ga inget lagi persisnya jam berapa, tapi sebelum jam 21.00) dan diperkirakan perjalanan makan waktu 3 jam. Ada 3 Pos yang harus dilewati, yaitu Pos I : Sikut Dewo, Pos II : Canggal Walangan, dan Pos III : Cacingan.

Rombongan dibagi 2 grup, grup lampung dipandu Mas Tako sama Mas Ali, sementara Efri dan Fendi diminta jalan duluan bareng grup kita dari Palembang.

Basecamp – Pos I

Jalan dari Basecamp ke Pos I buat saya adalah jalur terberat. Serius! Treknya aman, sih karena masih melewati rumah penduduk gitu. Udah rapi dengan anak tangga dicor dan jalan setapak bebatuan yang tersusun rapi. Mungkin saking semangatnya naik, jadi di anak tangga ke berapa gitu udah ngos-ngosan hahaha pengen turun aja *ga ding becanda*.

Setelah melewati seratus anak tangga curam, lewat kebun sayur warga, nyebrang jembatan kecil, dan masuk jalan setapak bebatuan yang disusun mirip konblok trotoar jalan sudirman. Treknya mulai bersahabat sedikit jadi bisa nafas teratur. Ditikungan pertama itu ada warung gitu, kita istirahat dulu dong minta nafas sambil duduk di kursi bamboo.

Istirahat 5 menit kira-kira, langsung lanjut lagi sambil haha-hihi sama Ayu menikmati trek landai. Trus ga lama jalan, stop lagi ambil nafas. Habis ini ga ada haha-hihi lagi, semua fokus ngatur nafas. Saya ga inget berapa menit jalan dari basecamp ke Pos I.

Pos I – Pos II

Jalan dari Pos I ke Pos II mulai ga beraturan. Awalnya melewati kebun-kebun warga, jadi jalan setapaknya agak menyempit. Kemudian jalurnya mulai melebar lagi. Di jalur ini sebenarnya saya bisa agak nyantai, tapi justru nafasnya makin berat. Sejauh ini masih belum bisa atur nafas. Satu langkah bisa 2-3 kali ambil nafas. Malah ada yang mau nyerah ternyata :p :p

Rombongan cewek-cewek udah mulai melambat jalannya. Sementara Efri tetap mimpin pendakian, di belakangnya ganti-gantian Saya, Ayu atau Adrie yang jalan. Kak Man selalu stay di belakang grup cewek. Fendi?? Saya ga tau kemana makhluk ini pergi hahahha ga begitu merhatiin, tau-tau besok pagi udah nongol lagi.

Balik lagi ke pendakian, selama perjalan dari Pos I ke Pos II kita lumayan sering stop ambil nafas. Sambil noleh ke bawah, nunggu Grup Lampung yang belum nongol juga. Akhirnya pelan-pelan lanjutin perjalanan sampai ke Pos II.

Pos II – Pos III

Jalan dari Pos II ke Pos III lebih lega, tapi undakannya lebih banyak. Di trek ini kita juga sering minta Efri buat istirahat di beberapa titik yang ga menghalangi jalan pendaki lain. Tapi kita tetap bisa melewati trek ini dengan sukses dan ngos-ngosan. Takut kedinginan kalo terlalu lama berhenti, akhirnya kita lanjut lagi jalan sampe ke Pos III, diiringi semangat untuk Adri Si Bambam Noona dan iming-iming sedikit PHP dari Efri yang terus bilang Pos III bentar lagi.

Pos III – Puncak Prau

Alhamdulillah.. Bisa sampe di Pos III itu luar biasa rasanya. Bersyukur banget masih pada sehat walafiat. Kita istirahat lagi dan agak lama, ga lama banget sih tapi lumayan tenang nafasnya. Adrie udah rebahan aja di tanah-tanah gitu saking capenya. Ngobrol dulu sebentar sama Efri, ngobrol dari hati ke hati *tsaaah* becanda ding.

Kita udah nyampe Pos III, tapi Grup Lampung belum nongol juga. Entah siapa yang nyampein gossip ke Efri, dia bilang 3 orang dari Grup Lampung nyerah dan balik ke basecamp. Berat!

Trek dari Pos III menuju puncak dinamakan Trek Cacing apa Cacingan gitu (pendakinya ini pada cacingan karena lemes #ngelawak ). Treknya kelok-kelok kaya cacing sih emang, sempit, terjal, bebatuan, tapi dikit lagi sampe puncak. Mau gimana pun rintangannya, tetap harus nanjak terus. Semangat!!!

Singkat banget rasanya waktu tempuh Trek Cacingan ini, tahu-tahu udah di Puncak. Horeeee!! Alhamdulillah 3 jam aja kita trekking setelah istirahat mungkin sekitar 10 kali-an. Duduk dulu bentar sambil nunggu Grup Lampung yang ga kunjung tiba. Kita berempat ngobrol ringan diselingi tawa-tiwi bareng Efri dan Mas Ali (darimana coba Mas Ali muncul? Padahal dia di belakang bareng Grup Lampung. Pasti pake ilmu ngilang Naruto >,<)

Jam 11.30 *cmiiw* nyampe di puncak dan langsung cari spot bagus yang anti badai tapi deket buat ngejar sunrise besok. Akhirnya dapet lah spot agak di belakang, naik dulu terus turun lagi jauh ke belakang, melewati tenda-tenda warna-warni yang berjejer suka-suka.

Camping

Nyampe di spot andalan Mas Ali, dibantu Efri langsung bongkar muat dan mendirikan tenda. Suhu udah dingin banget, pengen buru-buru ngebo di dalem tenda. Akhirnya, tim pramuka (Ayu dan Kak Man) bantuin Mas Ali dan Efri. Sementara Saya dan Adrie pegang ujung-ujung tali aja. hahahaha.

Satu tenda kelar, dan cewek-cewek langsung masuk ke tenda. Sementara cowok-cowok (Kak Man kedinginan pasti) kelarin tenda lainnya. Total tenda ada 5: 2 tenda Grup Palembang, 2 tenda Grup Lampung, dan 1 tenda buat Mas-masnya.

Begitu udah di dalem tenda, bongkar tas dan ganti baju yang basah kena keringat. Masuk sleeping bag dan mulai beku. Sayangnya ga bisa tidur, karena di luar cowok-cowok masih repot sama tenda dan makanan. Adrie dan Saya udah rapet dalam SB (sleeping bag), sementara Ayu masih asik main di luar sama tenda T-T

Jam 1.30 dini hari, kita bertiga dibangunin buat makan malam yang terlambat *tsaaaah!* Nasinya dingin kaya dari kulkas >,< Alhamdulillah dah masih makan. Persiapan ngejar sunrise, akhirnya kita bertiga meringkuk lagi dalam SB. Dalam hati, saya tobat dan kapok muncak lagi karena ga tahan suhu di Puncak Prau yang dinginnya ampun-ampunan.

(MOHON KOREKSI KALO SALAH NAMA TEMPAT, UDAH LUPA SOALNYA)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s