SH*T IS A VERY BAD WORD

Belakangan ini Jogja sering banget hujan. Pun sore ini gerimis turun. Saya jadi mikir buat naik taksi online. Tapi, berhubung sekarang status sudah jadi mahasiswa, saya harus lebih bijak dalam menggunakan uang. Apalagi living allowance belum kelihatan hilalnya. Saya coba masukin lokasi pick up dan get off di aplikasi dan kalkulasi ongkosnya sekitar 15 ribu. Uang segitu lumayan banget buat makan enak di Jogja, so I decided to walk instead of order online transportation.

Saya jalan bareng dua teman saya yang kebetulan pulangnya searah. Di tengah jalan hujan deras banget, jadi kita mutusin berteduh sekalian makan di warung tenda dekat Grha Sabha Pramana. Nyampe warung, saya keluarin ponsel dari kantong celana dan ngelihat 10 missed calls terpampang di layar. Bergantian dengan aplikasi transportasi online yang masih kebuka dan parahnya statusnya “ordered”.

Saya betul-betul nggak tahu dan nggak sadar kalo ternyata aplikasi itu belum ketutup waktu saya masukin kantong celana. Jujur saya merasa bersalah banget sama drivernya, apalagi itu hujan deras. Saya nggak bermaksud kejam atau mempermainkan pekerjaan orang ya. Tapi saat itu saya memang nggak mau naik transportasi online, apalagi saya udah pesan makanan, dan saya mau makan.

Jadi, terpaksa lah saya canceled order dan tiba-tiba drivernya nelpon sebelum saya sempat kirim sms. Oke, saya nggak tahu tahapannya seperti apa kalo mau cancel order. Jadi saya pikir, cukup saya cancel dan kasih alasan di aplikasi, dan saya sms drivernya untuk minta maaf.

Di telpon, drivernya nanya kenapa saya canceled order dan saya minta maaf sambil ngejelasin apa yang sebenernya terjadi. Dan di akhir percakapan itu, drivernya bilang : S H * T !

Muka saya langsung panas, nyesek, karena merasa makian itu sangat-sangat kasar untuk didengar. Saya nggak menyalahkan drivernya, ini semua murni kesalahan saya. Kalau toh dia mau memaki saya dengan bad words, itu haknya. Saya udah minta maaf, walaupun orang bilang minta maaf nggak akan mengubah apapun.

Dari sini saya belajar. Dulu mungkin begitu mudahnya melontarkan kata “sh*t!” kalo lagi apes atau something didn’t work as well. Sekarang saya tahu S H * T adalah kata yang menyakitkan untuk didengar. I swear I won’t use that bad word.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s